Latest Post

TEMANGGUNG – Sektor pertanian merupakan salah satu pilar strategis dalam perekonomian nasional sekaligus menjadi motor penggerak utama bagi pemenuhan kedaulatan pangan masyarakat. Menyadari pentingnya aspek regenerasi pelaku sektor agraria di era modern, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terus menggalakkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Langkah nyata ini diwujudkan melalui agenda Pelatihan Agribisnis Petani Milenial (Integrated Farming) Angkatan VII dan VIII, serta Pelatihan Budidaya Tembakau Angkatan III dan IV yang diselenggarakan secara resmi oleh Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah.

Sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki komitmen kuat pada pemberdayaan ekonomi umat, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan menyambut baik peluang strategis ini. Akselerasi kompetensi pemuda di bidang agribisnis dinilai sangat relevan dengan potensi geografis wilayah Kecamatan Kandangan yang kaya akan komoditas pertanian dan perkebunan. Melalui sinergi lintas sektor, PCPM Kandangan secara resmi mendelegasikan dua kader terbaiknya, yaitu Zaenal Arifin dan Muhammad Rif'at, untuk hadir sebagai representasi pemuda tani yang siap membawa perubahan positif bagi daerah asal.

Status Kepesertaan dan Sinergi Gerakan JATAM

Dalam pelaksanaan pelatihan berskala provinsi yang berlangsung intensif dari Selasa hingga Jum'at, 7 – 10 Juli 2026 ini, perwakilan dari PCPM Kandangan tidak bergerak sendiri. Mereka terintegrasi secara penuh dalam delegasi besar yang berjumlah 30 orang perwakilan dari unsur Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Provinsi Jawa Tengah. JATAM sendiri merupakan wadah strategis yang dibentuk oleh Persyarikatan Muhammadiyah guna mengonsolidasikan potensi para petani Muhammadiyah dari berbagai daerah agar memiliki daya tawar tinggi, pemahaman teknologi yang maju, serta jejaring pasar yang kuat.

Kehadiran 30 kader JATAM Jawa Tengah, termasuk di dalamnya perwakilan dari PCPM Kandangan, didasarkan pada surat undangan resmi berseri dinas dengan nomor urut khusus dari Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah (Nomor: 400.3.5.3/469/DISTANNAK/2026). Sinergi ini membuktikan bahwa kapasitas intelektual, manajerial, dan kemandirian pemuda Muhammadiyah di sektor agraris telah diakui secara formal oleh pemerintah daerah, sekaligus menjadi ajang pembuktian peran aktif pemuda dalam pembangunan nasional.

Fokus Materi dan Lokasi Strategis Pelatihan

Kegiatan ini dipusatkan di Kompleks Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah yang beralamat di Jalan Raya Magelang - Semarang Km. 12,8, Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Lokasi Soropadan dipilih karena memiliki fasilitas agro-training yang sangat memadai serta lahan praktik terpadu yang representatif.

Pelatihan mengombinasikan metode teoretis di dalam kelas dan praktik langsung di lapangan (field trip). Fokus materi yang dibedah meliputi tiga aspek utama:

  1. Agribisnis Petani Milenial (Integrated Farming): Materi ini membekali peserta mengenai konsep pertanian terpadu yang mengintegrasikan subsektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu siklus produksi mandiri. Melalui sistem ini, limbah pertanian dapat diolah menjadi pakan ternak atau pupuk organik, sementara limbah peternakan dimanfaatkan kembali sebagai nutrisi tanah. Hal ini bertujuan menciptakan efisiensi biaya produksi tertinggi dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan (zero waste).

  2. Budidaya Tembakau Modern: Mengingat wilayah Temanggung dan sekitarnya merupakan episentrum komoditas tembakau nasional, materi ini mengupas tuntas teknik budidaya terbaik (Good Agricultural Practices). Pembahasan dimulai dari pemilihan benih unggul, manajemen pemupukan yang ramah lingkungan, mitigasi hama penyakit tanaman, hingga teknik penanganan pasca-panen guna mempertahankan kualitas daun tembakau kelas premium.

  3. Pemanfaatan Teknologi Informasi (Android): Salah satu sesi krusial dalam pelatihan petani milenial ini adalah optimalisasi perangkat berbasis Android untuk manajemen agribisnis. Peserta diajarkan menggunakan aplikasi pemantauan cuaca, kalkulator digital kebutuhan pupuk, hingga platform pemasaran digital (e-commerce) guna memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan petani kecil.

Dampak Strategis bagi PCPM Kandangan

Keikutsertaan Zaenal Arifin dan Muhammad Rif'at dalam forum ilmiah pertanian tingkat Jawa Tengah ini membawa dampak strategis jangka panjang bagi keberlangsungan program kerja PCPM Kandangan. Sepulangnya dari BAPELTAN Soropadan, kedua utusan ini memiliki kewajiban moral untuk melakukan transfer pengetahuan (knowledge sharing) kepada seluruh kader Pemuda Muhammadiyah dan kelompok tani binaan di tingkat ranting se-Cabang Kandangan.

Langkah nyata yang akan dirancang pasca-kegiatan ini meliputi inisiasi pilot project (proyek percontohan) pertanian terpadu skala kecil, serta penyelenggaraan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) guna mengedukasi petani muda lokal mengenai pemanfaatan teknologi pertanian modern. Langkah ini sejalan dengan khittah gerakan Pemuda Muhammadiyah dalam mewujudkan pilar Dakwah Ekonomi, di mana pemuda tidak hanya sekadar menjadi penonton pembangunan, melainkan menjadi aktor utama penggerak kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.

Penutup

Partisipasi aktif dalam Pelatihan Agribisnis Petani Milenial dan Budidaya Tembakau di BAPELTAN Soropadan ini menjadi tonggak penting bagi keterlibatan Pemuda Muhammadiyah dalam sektor riil. PCPM Kandangan menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah serta Pengurus Wilayah JATAM Jawa Tengah atas kesempatan berharga ini. Semoga ilmu yang diraih mampu menjadi pemantik kebangkitan ekonomi hijau yang berkemajuan, berkeadilan, dan menyejahterakan umat.

KANDANGAN – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Temanggung terus membuktikan komitmennya dalam menebar kemanfaatan bagi masyarakat luas. Program aksi sosial bertajuk "Khitanan Gratis 100 Anak" yang diinisiasi oleh badan otonom Muhammadiyah ini dilaporkan terus berjalan secara maraton menyisir berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung.

Pada Sabtu (20/6/2026), giliran Kecamatan Kandangan yang menjadi sasaran pelaksanaan program. Bertempat di Desa Malebo, kegiatan khitanan gratis kali ini menyasar satu anak yang membutuhkan bantuan, dengan pendampingan melekat dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Meskipun dalam kesempatan tersebut hanya melayani satu anak, esensi dari program ini tidak berkurang sedikit pun, yakni memberikan pelayanan terbaik tanpa memandang kuantitas.

Sinergi Daerah dan Cabang demi Pengabdian

Ketua PDPM Temanggung menyampaikan bahwa program Khitanan Gratis 100 Anak ini dirancang bukan sebagai acara seremonial besar yang selesai dalam satu hari, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan (sustainable movement). Sistem jemput bola diterapkan agar anak-anak di pelosok desa yang benar-benar membutuhkan bisa terfasilitasi dengan baik.

"Kami tidak berfokus pada seberapa banyak anak yang dikhitan dalam satu hari, melainkan bagaimana program ini bisa konsisten berjalan dan menyentuh mereka yang membutuhkan. Satu anak di Desa Malebo, Kandangan ini adalah bagian dari target 100 anak yang terus kita cicil pemenuhannya," ujar perwakilan PDPM Temanggung.

Sinergi antara pengurus daerah (PDPM) dan pengurus cabang (PCPM) menjadi kunci utama kelancaran aksi sosial ini. PCPM Kandangan selaku pemilik wilayah bertindak aktif dalam melakukan pemetaan, verifikasi lapangan, hingga pendampingan psikologis kepada anak dan keluarga yang bersangkutan.

Suasana Hangat dan Humanis di Desa Malebo

Pelaksanaan khitanan yang berlangsung pada akhir pekan tersebut berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan. Pendampingan dari tim PCPM Kandangan membuat suasana khitanan yang biasanya menegangkan bagi anak-anak, berubah menjadi lebih santai dan bersahabat.

Tim medis yang digandeng oleh Pemuda Muhammadiyah menerapkan metode khitan modern yang minim rasa sakit dan memiliki proses penyembuhan yang relatif cepat. Hal ini dilakukan demi memberikan kenyamanan maksimal bagi sang anak. Usai prosesi khitan, anak tersebut juga mendapatkan paket santunan berupa uang saku, sarung, kopiah, serta paket edukasi untuk memicu semangat belajarnya.

Ketua PCPM Kandangan menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran agenda ini. Menurutnya, kehadiran Pemuda Muhammadiyah harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput dalam bentuk aksi nyata, bukan sekadar diskusi struktural.

"Kami dari PCPM Kandangan mendampingi langsung proses ini di Desa Malebo. Alhamdulillah, satu anak telah berhasil dikhitan dengan selamat dan lancar. Kami berterima kasih kepada PDPM Temanggung yang telah menginisiasi program luar biasa ini. Bagi kami, senyum satu anak dan keluarganya hari ini adalah energi untuk terus berkhidmat," ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Konsistensi Menuju Target 100 Anak

Program Khitanan Gratis ini merupakan salah satu pilar gerakan sosial Pemuda Muhammadiyah Temanggung pada periode ini. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, biaya khitan mandiri terkadang masih menjadi beban tersendiri bagi sebagian keluarga kurang mampu di pedesaan. Oleh karena itu, PDPM Temanggung hadir sebagai solusi umat.

Hingga bulan Juni 2026 ini, grafik capaian program terus merangkak naik menuju target kuota 100 anak. Pola pelaksanaan yang fleksibel—di mana khitanan bisa dilakukan kapan saja begitu ada anak yang mendaftar dan terverifikasi—membuat program ini menjadi sangat efektif dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Pihak keluarga dari anak yang dikhitan di Desa Malebo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemuda Muhammadiyah. Mereka mengaku sangat terbantu, terlebih pelayanan yang diberikan sangat ramah dan tidak dipungut biaya sepeser pun.

Menginspirasi Gerakan Kebaikan

PDPM Temanggung berharap konsistensi gerakan ini dapat memantik semangat kolaborasi yang lebih luas, baik dari internal warga Muhammadiyah maupun donatur publik secara umum. Langkah nyata di Kandangan ini diharapkan menjadi syiar positif bahwa Pemuda Muhammadiyah senantiesa siap sedia menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah umat.

Dengan suksesnya pelaksanaan di Desa Malebo, Kandangan pada Sabtu lalu, Pemuda Muhammadiyah Temanggung dipastikan akan langsung bersiap bergerak menuju titik-titik kecamatan dan desa selanjutnya. Program Khitanan Gratis 100 Anak akan terus bergulir hingga seluruh kuota terpenuhi, membawa misi kemanusiaan dan kepedulian di sepanjang bumi Temanggung.

KANDANGAN, TEMANGGUNG – Semangat menggelora dan napas segar restrukturisasi organisasi tampak jelas dalam pemenuhan agenda resmi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Kandangan. Berdasarkan surat resmi nomor 066/IV.O/A/2026 yang diterbitkan pada 17 Juni 2026 (2 Muharram 1447 H), jajaran pimpinan cabang sukses menyelenggarakan agenda strategis "Monev SATUMU" (Monitoring dan Evaluasi Satu Muhammadiyah) yang diinisiasi langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung.

Acara penting ini berlangsung pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di gedung SMP Muhammadiyah 5 Kandangan, Jalan Raya Jumo - Kandangan Km.04, Malebo, Kecamatan Kandangan. Namun, ada pemandangan yang sangat menarik dan mencuri perhatian dalam pelaksanaan evaluasi kali ini: dominasi dan keterlibatan masif dari barisan kader muda yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan serta unsur pemuda di tingkat ranting.

Pemuda Jadi Motor Penggerak di Semua Lini

Langkah PCM Kandangan di bawah kepemimpinan Ir. H. Sunardi (Ketua) dan Nurudin (Sekretaris) patut diacungi jempol. Alih-alih hanya mengandalkan para senior, agenda Monev SATUMU kali ini justru menjadi panggung pembuktian bagi kapasitas pemuda Muhammadiyah di wilayah Kandangan.

Keterlibatan pemuda tidak lagi sekadar menjadi pelengkap ornamen acara atau bertugas di bagian logistik saja. Dalam agenda strategis ini, hampir di setiap Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Kandangan sengaja melibatkan pemuda secara aktif untuk ikut terlibat langsung menjadi ujung tombak program. Tak terkecuali di tingkat Cabang, posisi-posisi krusial dan strategis juga diisi oleh para pemuda berbakat dari PCPM Kandangan.

Hal ini terlihat jelas dari komposisi undangan yang hadir memenuhi ruang aula SMP Muhammadiyah 5 Kandangan. Para pemuda ini didelegasikan untuk mengisi posisi vital, khususnya sebagai Calon Agen dan Verifikator SATUMU. Peran verifikator dan agen menuntut ketelitian, penguasaan teknologi digital, serta mobilitas tinggi—kriteria yang sangat melekat kuat pada karakteristik pemuda masa kini.

Langkah Strategis Menuju Satu Sistem Terintegrasi

Program SATUMU sendiri merupakan program prioritas dari PDM Temanggung yang berfokus pada integrasi data, pengelolaan aset, administrasi, serta standardisasi sistem di seluruh cabang dan ranting Muhammadiyah. Guna menyukseskan program berskala besar ini, sinergi dengan organisasi otonom (ortom) pemuda menjadi kunci utama.

"Melibatkan pemuda dalam skema kerja digital seperti SATUMU adalah keputusan yang sangat tepat. Pemuda memiliki adaptabilitas yang cepat terhadap teknologi. Ketika tingkat ranting hingga cabang mempercayakan peran verifikator ini kepada kader-kader PCPM, kami melihat proses validasi data organisasi berjalan jauh lebih progresif dan dinamis," ungkap salah satu peserta yang hadir di lokasi.

Partisipasi aktif PCPM Kandangan dalam Monev ini membuktikan bahwa proses kaderisasi formal dan informal di lingkungan Cabang Kandangan berjalan dengan sangat sehat. Estafet kepemimpinan tidak menunggu masa depan, melainkan sudah dimulai hari ini melalui pembagian tanggung jawab yang nyata.

Apresiasi Atas Komitmen Tepat Waktu dan Dedikasi Kader

Acara yang dimulai tepat pukul 14.00 WIB ini berjalan dengan sangat tertib, interaktif, dan penuh dengan dinamika diskusi yang konstruktif. Perwakilan dari PDM Temanggung yang bertindak sebagai tim monitoring memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme kehadiran para kader di Kandangan. Tingginya kehadiran elemen pemuda dari PCPM dan ranting memberikan sinyal positif bahwa Muhammadiyah Kandangan siap menyongsong tata kelola organisasi yang lebih modern dan transparan.

Keterlibatan penuh pemuda dalam struktur agen dan verifikator ini diharapkan tidak berhenti pada momentum Monev semata, melainkan terus berlanjut dalam pengawalan program-program keumatan jangka panjang.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Monev SATUMU di SMP Muhammadiyah 5 Kandangan ini, PCPM Kandangan bersama seluruh elemen Pimpinan Cabang dan Ranting telah membuktikan bahwa pemuda bukan lagi sekadar ban serep organisasi, melainkan mesin utama yang siap menggerakkan roda dakwah persyarikatan Muhammadiyah menuju berkemajuan.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.