Latest Post

KANDANGAN - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang kian dekat, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan mengambil langkah nyata untuk mengagungkan syiar Islam. Melalui sebuah gerakan sosial kemasyarakatan, PCPM Kandangan sukses menggelar aksi "Bersih-Bersih Masjid" (BBM) serentak di sejumlah ranting wilayah pada Ahad, 24 Mei 2026.

Kegiatan yang mengusung tema "Aksi Sosial & Silaturahmi Pemuda Muhammadiyah Kandangan ke Ranting-Ranting" ini tidak sekadar berfokus pada kebersihan fisik tempat ibadah. Lebih dari itu, aksi ini menjadi sarana strategis untuk mempererat tali silaturahmi serta mengokohkan ukhuwah islamiyah antara pengurus cabang, kader ranting, remaja masjid, dan warga sekitar.

Sinergi Dua Lokasi dalam Satu Hari

Gerakan kebersihan kali ini menyasar dua lokasi masjid jami di tingkat ranting yang menjadi pusat peribadatan warga. Guna memastikan aksi berjalan efektif, panitia membagi agenda menjadi dua sesi utama:

  1. Lokasi 1: Masjid Ar-Rasyid Ngemplak Aksi gelombang pertama dimulai tepat pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Sejak pagi hari, para pemuda dan remaja masjid tampak antusias berdatangan dengan membawa berbagai peralatan kebersihan pribadi, mulai dari sapu, kain pel, ember, hingga pembersih kaca. fokus pembersihan meliputi area halaman luar, tempat wudu, hingga ruang utama salat.

  2. Lokasi 2: Masjid Ar-Rahmah Malebo Tanpa mengulur waktu, setelah merampungkan aksi di lokasi pertama, tim bergerak menuju lokasi kedua di Masjid Ar-Rahmah Malebo. Dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga selesai, fokus pembersihan di lokasi ini diarahkan pada pencucian karpet, sterilisasi sajadah, serta penataan interior masjid agar tampak lebih rapi dan lapang.

"Bersih Masjidnya, Berkah untuk Semua. Masjid Bersih, Hati Tenang." > Semboyan ini menjadi pelecut semangat puluhan relawan yang bahu-membahu tanpa kenal lelah di bawah terik matahari, demi menyajikan tempat ibadah yang nyaman bagi jemaah.

Kolaborasi Lintas Generasi

Kesuksesan agenda besar ini tidak lepas dari kolaborasi apik yang terjalin di lapangan. PCPM Kandangan secara khusus menggandeng Remaja Masjid Ar-Rasyid dan Remaja Masjid Ar-Rahmah. Sinergi lintas generasi ini membuktikan bahwa pemuda Muhammadiyah mampu menjadi motor penggerak bagi generasi muda di tingkat akar rumput.

Ketua PCPM Kandangan dalam keterangannya menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah wujud nyata silaturahmi Pemuda Muhammadiyah Kandangan langsung ke ranting-ranting. Di samping itu, aksi ini merupakan bentuk edukasi untuk menjaga kebersihan masjid sebagai representasi kecintaan umat terhadap tempat ibadahnya sendiri.

"Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, intensitas ibadah masyarakat di masjid tentu akan meningkat, baik untuk pelaksanaan salat berjamaah maupun kepanitiaan kurban nanti. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa kondisi masjid benar-benar bersih, suci, dan nyaman digunakan," ujarnya.

Sambutan Hangat Jemaah dan Ajakan Berkontribusi

Aksi simpatik ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para takmir masjid dan warga setempat. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan gotong-royong dari para pemuda. Kehadiran fisik para kader Muhammadiyah ini dinilai memberikan suntikan energi positif bagi kemakmuran masjid di desa-desa.

Di akhir acara, panitia kembali menggaungkan seruan "Ayo Berkontribusi! Bawa Peralatan Kebersihan Pribadi" sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan agar budaya bersih-bersih ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan menjelma menjadi gaya hidup (lifestyle) hijau bagi kader muda Islam.

Bagi masyarakat atau simpatisan yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program kerja atau ingin berkolaborasi di agenda berikutnya, PCPM Kandangan membuka pintu komunikasi melalui kontak WhatsApp Wahyu (0856 0005 6060), atau memantau akun media sosial resmi mereka di Instagram @pcpm.kandangan dan Facebook PCPM Kandangan.

Dengan semangat "Bersama Pemuda, Masjid Bersih, Jamaah Betah," PCPM Kandangan berharap aksi nyata ini dapat mengetuk pintu hati komunitas kepemudaan lain untuk terus menebar maslahat bagi umat dan bangsa.

KEBUMEN – Deru mesin sepeda motor memecah keheningan pagi di halaman SMP Muhammadiyah Kandangan (Muma) pada Kamis, 14 Mei 2026. Sejak pukul 05.00 WIB, puluhan pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kandangan telah berkumpul dengan perlengkapan berkendara lengkap. Mereka bukan sekadar hendak berwisata, melainkan membawa misi mulia dalam agenda bertajuk “Cari Angin: Silaturahmi Antar Ortom, Bakti Sosial, dan Tadabur Alam.”

Tepat pukul 05.30 WIB, rombongan yang terdiri dari 25 peserta dengan total 15 sepeda motor resmi diberangkatkan. Di bawah langit subuh yang mulai menyemburat jingga, iring-iringan motor ini bergerak teratur menuju pesisir selatan, tepatnya ke Pantai Lembu Purwo, Kabupaten Kebumen.

Bukan Sekadar Touring Biasa

Kegiatan touring ini diinisiasi sebagai wadah penguat ukhuwah antar Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah di tingkat cabang Kandangan. Namun, ada yang berbeda dari perjalanan kali ini. Alih-alih langsung menuju titik lokasi wisata, AMM Kandangan menyisipkan agenda bakti sosial (baksos) yang menyasar tempat ibadah di sepanjang jalur perjalanan.

Sepanjang rute menuju Kebumen, rombongan berhenti di empat masjid yang telah ditentukan. Di setiap persinggahan, para peserta tidak hanya beristirahat, tetapi juga menjalankan misi utama: mendistribusikan paket alat salat. Paket tersebut meliputi mukena, sajadah, Al-Qur’an, hingga sandal wudhu.

“Kami ingin perjalanan ini membawa keberkahan. Jadi, selagi kami menikmati aspal dan pemandangan, kami juga ingin meninggalkan jejak kebaikan bagi jamaah di masjid-masjid yang kami lalui,” ujar salah satu koordinator lapangan di sela-sela pembagian bantuan.

Apresiasi dari Para Takmir Masjid

Kehadiran rombongan pemuda Muhammadiyah ini disambut hangat oleh para Takmir Masjid di setiap titik pemberhentian. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada pengurus masjid setempat. Senyum syukur terpancar dari wajah para Takmir saat menerima tumpukan Al-Qur’an baru dan perlengkapan salat yang memang sangat dibutuhkan untuk kenyamanan jamaah.

Salah satu Takmir Masjid menyatakan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda ini. Jarang ada rombongan touring yang mampir bukan hanya untuk numpang istirahat, tapi juga membawa perlengkapan ibadah. Ini sangat bermanfaat bagi jamaah kami, terutama sandal wudhu dan mukena yang seringkali perlu diperbarui,” ungkapnya.

Pihak panitia juga menekankan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi dari para dermawan dan warga Muhammadiyah yang dengan tulus menitipkan sebagian rezekinya. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan bantuannya kepada kami. Tanpa dukungan tersebut, aksi nyata ini tidak mungkin terlaksana sebaik ini,” tambah perwakilan panitia.

Tadabur Alam di Pantai Lembu Purwo

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dan menyelesaikan agenda baksos di empat masjid, rombongan akhirnya tiba di Pantai Lembu Purwo, Kebumen. Pantai yang dikenal dengan gumuk pasir dan laguna yang asri ini menjadi lokasi yang tepat untuk menutup rangkaian kegiatan dengan Tadabur Alam.

Di sini, ke-25 peserta melepas penat sembari menikmati semilir angin laut. Suasana keakraban antar Ortom—mulai dari Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, hingga Nasyiatul Aisyiyah—terasa begitu kental. Mereka makan bersama dan berdiskusi santai di pinggir pantai, memperkuat sinergi untuk program-program dakwah ke depan.

Kegiatan “Cari Angin” ini membuktikan bahwa hobi berkendara atau touring dapat dikemas menjadi aksi sosial yang berdampak luas. Selain menyegarkan pikiran (refreshing), kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kepedulian sosial para kader muda terhadap kondisi fasilitas ibadah di pedesaan.

Dukungan Penuh dari Persyarikatan

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sebagaimana tertera dalam koordinasi acara, kegiatan ini didukung penuh oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA), serta kesiagaan personil KOKAM yang mengawal ketertiban selama di jalan.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Meski menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, semangat berbagi dan rasa syukur atas keindahan alam ciptaan Allah SWT menjadi energi tambahan bagi mereka.

Rombongan dijadwalkan kembali ke Kandangan menjelang petang dengan membawa pulang cerita perjuangan, tawa persaudaraan, dan kepuasan batin setelah berbagi dengan sesama. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang terus menginspirasi pemuda lain untuk bergerak, menebar manfaat, dan menjaga ghirah ber-Muhammadiyah di mana pun mereka berada.

KANDANGAN — Suasana hangat, guyub, dan penuh keakraban menyelimuti beranda kediaman Saudara Azka di desa Ngemplak pada Sabtu malam (9/5/2026). Belasan pemuda yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali menggelar forum kumpul rutin kebanggaan mereka, yakni "Pos Ronda #10". Mengusung semangat dan semboyan "Rembugan & ngopi, bareng pemuda", acara yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini bukan sekadar ajang nongkrong akhir pekan biasa, melainkan wadah konsolidasi pemuda untuk merumuskan berbagai agenda strategis organisasi ke depan.

Duduk lesehan di atas karpet beranda rumah yang asri, ditemani secangkir kopi, kudapan ringan, dan kepulan asap tipis dari seduhan air panas, para pemuda tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Sesuai dengan susunan acara pokoknya, yakni "Tukar kawruh & info-info, Nglinting, Ngopi, Jagongan", perbincangan malam itu mengalir secara natural namun tetap berbobot. Tidak ada kekakuan protokoler; semua anggota bebas menyampaikan gagasan. Pada edisi kesepuluh ini, fokus utama pembahasan mengerucut pada tiga agenda besar yang membutuhkan sinergi dan kesolidan seluruh anggota PCPM Kandangan.

Agenda pertama yang dibahas dengan penuh semangat adalah persiapan kegiatan touring kendaraan bermotor menuju kawasan pesisir pantai selatan, tepatnya ke Pantai Kebumen. Rencana touring ini dirancang sebagai sarana tadabbur alam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antaranggota. Di tengah padatnya rutinitas pekerjaan dan dinamika organisasi, agenda ini diharapkan menjadi oase penyegar (refreshing) guna memupuk kembali solidaritas pemuda. Dalam forum Pos Ronda malam itu, dibahas secara detail mengenai pembentukan panitia kecil, penentuan rute perjalanan yang aman, titik kumpul, estimasi biaya, hingga pengecekan kesiapan kondisi mesin kendaraan masing-masing anggota. Keselamatan dan ketertiban berlalu lintas (safety riding) menjadi penekanan paling utama agar rombongan pemuda ini dapat menjadi teladan yang baik di jalan raya.

Beranjak dari pembahasan yang santai, forum kemudian beralih mematangkan persiapan menyambut Hari Raya Idul Qurban (Idul Adha) yang akan segera tiba dalam waktu dekat. Bagi PCPM Kandangan, momen Idul Qurban selalu menjadi agenda keagamaan dan sosial tahunan yang sangat krusial. Tenaga dan peran aktif pemuda sangat dibutuhkan dalam kesuksesan ibadah kurban masyarakat. Diskusi malam itu menghasilkan kesepakatan terkait pembagian tugas (job description) kepanitiaan. Ada tim yang khusus ditugaskan untuk mensurvei harga sapi dan kambing di peternak lokal guna memastikan hewan kurban sehat dan memenuhi syarat syariat. Selain itu, dibentuk pula tim eksekutor lapangan yang akan bertugas dalam penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, hingga pemetaan titik-titik distribusi agar bantuan daging kurban tepat sasaran, dengan memprioritaskan warga kurang mampu yang jarang tersentuh.

Puncak dari diskusi malam di Pos Ronda #10 ini adalah pembahasan mengenai program pemberdayaan ekonomi pemuda melalui sektor pertanian. Ini menjadi terobosan baru dan langkah progresif dari pemuda Kandangan. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa para anggota PCPM akan mulai turun tangan secara langsung mengelola 3 (tiga) bidang lahan pertanian produktif yang potensinya belum dioptimalkan secara maksimal. Program ini merupakan manifestasi nyata dari upaya kemandirian organisasi sekaligus respons cerdas pemuda terhadap isu ketahanan pangan di tingkat lokal.

Tiga bidang lahan tersebut rencananya akan ditanami komoditas sayuran dan palawija yang memiliki nilai ekonomis tinggi, stabil di pasaran, dan memiliki masa panen yang relatif cepat. Forum menyepakati pembentukan tiga kelompok tani pemuda, di mana masing-masing kelompok akan bertanggung jawab penuh atas satu bidang lahan. Tugas mereka mencakup perencanaan dari hulu ke hilir: mulai dari pembersihan dan pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, perawatan rutin, penyediaan pupuk, hingga strategi pemasaran saat masa panen tiba.

Langkah berani mengelola lahan pertanian ini dinilai sangat strategis. Selain melatih jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dan etos kerja keras di bidang agrobisnis, hasil dari panen ketiga lahan tersebut nantinya akan disisihkan untuk kas organisasi. Dana kemandirian inilah yang kemudian akan digunakan untuk menyokong berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah PCPM Kandangan di masa mendatang.

Tepat menjelang larut malam, acara Pos Ronda #10 pun diakhiri dengan kesimpulan yang solid dan doa penutup. Pertemuan di Ngemplak ini telah membuktikan bahwa pemuda memiliki peran yang sangat vital dalam menggerakkan roda sosial kemasyarakatan. Melalui perpaduan antara agenda rekreasi, pengabdian keagamaan, dan kemandirian ekonomi, PCPM Kandangan terus menunjukkan komitmennya sebagai organisasi kepemudaan yang aktif dan membawa manfaat nyata bagi umat. Pos Ronda telah sukses bertransformasi menjadi posko pergerakan pemuda yang berkemajuan.



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.